loading...

Sunday, May 21, 2017

Penantang Incumbent

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Padang masih setahun lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang baru akan memulai tahapan pilkada September 2017. Namun aura politik menuju suksesi kepemimpinan orang nomor satu di Kota Padang sudah mulai terasa.

Beberapa calon kandidat wali kota sudah mulai bermunculan. Nama-nama ini menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat. Di media social, seperti Facebook tak kalah hebohnya.
Alkudri, Desri Ayunda, M. Ichlas El Qudsi, Fadhly Amran, Wahyu Iramana Putra, Maidestal Hari Mahesa, Andre Rosiade Erisman, Hendri Septa, Zulhardi Z Latif, Adib Alfikri dan lainnya. Plus incumbent (petahana) Mahyeldi Ansharullah dan Emzalmi adalah sederet nama santer yang digadang-gadangkan bakal meramaikan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Pemda Diminta Mempertegas RTRW

Untuk Percepatan Realisasi Sejuta Rumah

Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) meminta pemerintah daerah mempertegas rencana tata ruang wilayah (RTRW). Hal tersebut perlu dilakukan agar ada kepastian lahan dan tidak tumpang tindih sehingga memudahkan pengembang dalam pembangunan perumahan di daerah.
“RTRW itu juga mesti disosialisasikan kepada masyarakat, terutama pengembang agar kepemilikan lahan tidak tumpang tindih,” ujar Wasekjen Pengembangan Kota Mandiri dan Peremajaan Kota DPP REI Alkudri kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurutnya, masukan tersebut sudah disampaikan DPP REI kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala BPN Sofyan Djalil saat seminar Tax Amnesty & Property Investment, di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat (19/8) lalu.
Selama ini, kata Ketua Dewan Pertimbangan DPD REI Sumbar ini, ada yang sudah beli tanah tapi setelah urus perizinan, ternyata izin tak keluar karena itu ternyata lahan pertanian atau industri.
Kemudian, ada juga yang sudah keluar izin, tapi setelah ada RTRW baru, berubah menjadi lahan pertanian. “Kondisi tersebut bisa merugikan pengembang dan memperlambat realisasi sejuta rumah yang diprogramkan pemerintah. Jadi, RTRW-nya mesti dipertegas dan disosialisasikan,” kata Alkudri.
Ia pun mendorong agar daerah yang belum menetapkan atau memperbarui RTRW segera merampungkannya sebagaimana diwajibkan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Jika daerah belum menetapkan RTRW dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), akan menyulitkan pengembangan perumahan di daerah.
“RTRW mesti dibuat lebih detail dengan mengalokasikan lahan-lahan untuk perumahan rakyat, industri dan pertanian serta peruntukan lainnya. Perencanaan di daerah mesti sinkron dengan perencanaan pusat,” kata mantan Ketua DPD REI Sumbar ini.
DPP REI, kata Alkudri juga mengusulkan ke pemerintah agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau penghasilan tidak tetap dimasukkan program nasional agraria (prona) dalam pembuatan sertifikat. (*)

Sumber: http://www.m.padek.co/detail.php?news=67281

Semen Padang masih Primadona

Wasekjen Pengembangan Kota Mandiri dan Peremajaan Kota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Alkudri tak menampik pembangunan sejumlah infrastruktur di Sumbar banyak yang tidak menggunakan produk semen lokal, yakni Semen Padang.
Kondisi demikian bukan berarti kualitas Semen Padang kalah bagus dengan semen merek lain, namun Alkudri lebih melihat dari faktor harga.
“Mungkin harga semen merek lain lebih murah. Kalau beda harganya Rp 300 sampai Rp 500, dikali ribuan sak, itukan lumayan juga. Mungkin kontraktor melihatnya ke sana (keuntungannya, red),” tutur pengusaha properti ini.

Alkudri, Owner Almara Group

Fokus, Kerja Keras dan Profesional


Berbekal ilmu arsitek yang dipelajarinya sewaktu bersekolah di STM 1 Padang, membuat Alkudri matang dalam berbisnis properti. Bagaimana kiat-kiatnya sehingga bisa tetap eksis hingga sekarang? Berikut petikan wawancara wartawati Padang Ekspres, Mona Triana dengan Owner Almara Group Alkudri, kemarin.
Semenjak kapan Anda mulai berbisnis properti?
Awalnya sewaktu masih sekolah. Saya bekerja mengumpulkan batu di sungai Batang Kuranji, lalu juga sempat bekerja menjadi tukang perabot. Karena meraih juara umum di STM 1 Padang, saya ditarik kerja di PT Polapan Nusantara sampai menjadi menejer. Saat itu saya membangun perumahan Polamas I di Andalas, Polapas II di Tabing, BSD tahap satu di Pasir Kandang, Pondok Jati Mekar di Jati.
Di samping itu saya juga dipakai bekerja pada perusahaan-perusahaan lain sebagai drafmen perencanaan proyek seperti di PT Cendana. Saya bekerja sewaktu masih sekolah di STM 1, di STM jurusan saya arsitek. Setelah itu saya mengundurkan diri dan mendirikan perusahaan sendiri tahun 1998 dengan nama PT Almara.

DP Rumah Sesuai Kemampuan Konsumen

Ekonomi Sulit, Almara Group Bikin Terobosan

Berbagai cara dilakukan pengembang untuk membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah, dan menggairahkan kembali bisnis serta industri properti di tanah air. Salah satunya dilakukan Almara Group yang membuat terobosan uang muka atau down payment (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sesuai kemampuan konsumen.
“Rumah tetap menjadi investasi yang menguntungkan saat ini. Namun, untuk memilikinya, dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, masyarakat sering terkendala DP yang masih tergolong tinggi sehingga saya mengambil kebijakan DP sesuai kemampuan konsumen,” ujar bos Almara Group Alkudri, kemarin.

Tuesday, December 25, 2012

Inspirasi Kepemimpinan


"Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut."  
(Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple)

"Seperti kita melihat ke depan ke abad berikutnya, 
pemimpin adalah orang-orang yang memberdayakan orang lain." 
(Bill Gates, pendiri Microsoft)

"Jika tindakan Anda menginspirasi orang lain untuk bermimpi, bertindak, dan menjadi lebih dari sebelumnya, Anda seorang pemimpin." 
(John Quincy Adams, Presiden Keenam AS)

"Kepemimpinan dengan otot pada satu masa sangat berarti, 
tetapi kini yang berarti adalah merangkul orang." 
(Mohands K. Gandhi,pemimpin politik dan spiritual India)

"Seorang pemimpin adalah orang yang melihat lebih dari orang lain melihat, yang melihat
lebih jauh dari orang lain melihat, dan yang melihat sebelum orang lain melihatnya." 
(Leroy Eimes, penulis dan pakar kepemimpinan) 

"Sebelum Anda menjadi pemimpin, sukses adalah tentang membuat diri sendiri tumbuh dan berkembang. Ketika Anda menjadi pemimpin, 
sukses adalah tentang membuat orang lain tumbuh dan berkembang." 
(Jack Welch, mantan Chairman & CEO General Electric)

“Tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah mendefinisikan realitas. Yang terakhir adalah mengucapkan terima kasih. Di antara keduanya, pemimpin adalah seorang pelayan.” 
(Max DePree, mantan CEO Herman Miller, Inc)

Monday, December 10, 2012

SBY dan Ribuan Pengusaha ke Padang


Awal Maret 2013, Hadiri HUT ke-41 REI di Padang


Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-41 Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) di Kota Padang awal Maret 2013 bakal meriah, dan mendatangkan dampak besar bagi Sumbar. Acara tersebut akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan dihadiri sekitar 1.500 pengusaha nasional serta pengurus DPD REI dari seluruh Indonesia.

Kesediaan untuk hadir di Padang, diungkapkan SBY dalam pidatonya, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2012 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat 5 Desember lalu. Sebelum itu, Ketua DPD REI Sumbar Alkudri menyampaikan usulan agar Sumbar jadi tuan rumah HUT ke-41 REI Tahun 2013.

”Saya siap untuk hadir ke Padang, dan senang datang ke sana,” respons SBY dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan para peserta Rakernas bertema ’Rumah Untuk Semua’ itu.